LIMA ALASAN KENAPA MESTI NONTON KELUARGA TOT TEATER GANDRIK


Teater Gandrik akan mementaskan lakon komedi Keluarga Tot di Jakarta (TIM, 17-20 April 2009) dan Yogyakarta (Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, 29-30 April 2009). Inilah wawancara dengan Butet Kartaredjasa seputar lakon dan pementasan itu, dan lima alasan kenapa kita harus menonton pertunjukan ini. Read More…

Posted by: butet | April 6, 2009

TEATER GANDRIK PENTASKAN KELUARGA TOT

TEATER GANDRIK PENTASKAN KELUARGA TOT

Judul : Keluarga Tot Naskah : Istvn rkny, Penyutradaraan : Butet K, Jujuk Prabowo, Agus Noor, Heru KM, Djaduk Ferianto, Penata Musik : Djaduk Ferianto,Pemain : Butet Kartaredjasa, Susilo Nugroho, Heru Kesawa Murti, Whani Darmawan, Sepnu Heryanto, Dyah Arum dll

Teater Gandrik Yogyakarta akan mementaskan lakon Keluarga Tot, 17-20 April 2009, ukul20.00 WIB di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Lakon ini kemudian akan dipentaskan lagi di Yogyakarta, 29-30 April 2009, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Read More…

Posted by: butet | Maret 29, 2009

KOLOM CELATHU: GEROMBOLAN HWENG

Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 29 Maret 2009, hal 1

Gerombolan Hweng

Butet Kartaredjasa

Rupanya makna setiap kata sedang mengalami distorsi. Inilah yang bikin Mas Celathu rada bingung. Dia nggak bisa lagi secara lugu mengartikan setiap kata secara sederhana. Yang paling mutakhir, misalnya dia diminta untuk memberikan doa restu sebagaimana permintaan poster-poster para caleg itu bukan berarti Mas Celathu harus menjumpai sang caleg lalu umak-umik memberikan doa dan kasih restu. Permohonan doa restu dalam wacana politik Indonesia kontemporer berarti contrenglah aku! Read More…

Posted by: butet | Februari 8, 2009

KOLOM CELATHU: BUTUH BONCENGAN

Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 8 Februari 2009, hal 1

Butuh Boncengan

Butet Kartaredjasa

Bagi petualang yang karena suatu sebab terpaksa menyusuri jalanan sepi, apalagi jika langkahnya terseok-seok karena kecapekan, harapan yang diimpikan sangatlah sederhana. Dia hanya menginginkan ada kendaraan yang melintas. Lalu diijinkan nunut. Sekadar menumpang biar lekas mencapai tujuan. Kalau ada mobil ya syukur. Sepeda motor ya oke. Bahkan andaikan yang melintas hanya kereta angin yang power-nya tergantung genjotan kaki, juga tetap disyukuri. Mendapat boncengan sepeda onthel, meski jauh dari kenyamanan dan terkadang bikin bokong terasa njarem, sudah merupakan berkah tersendiri. Read More…

Posted by: butet | Januari 19, 2009

URIP MUNG MAMPIR NGGUYU

URIP MUNG MAMPIR NGGUYU

Selasa, 27 Januari 2009, 20.00 WIB, Concert Hall - Taman Budaya Yogyakarta, Jl Sriwedani (barat toko Progo)

pres-guyonan-launching.jpg

Sekarang giliran Yogya disuguhi guyonan dalam kemasan pertunjukan “Urip Mung Mampir Ngguyu”. November tahun lalu, pertunjukan serupa diselenggarakan di Jakarta untuk menandai launching buku saya “Presiden Guyonan”.

Pembaca yang bakal tampi Whani Darmawan dan Happy Salma. Saya akan membacakan fragmen monolog tokoh “Mas Celathu”. Trio GAM (Gareng Rakasiwi, Joned dan Wisben) mengocok perut dengan kisah-kisah jenakanya. Orkes Sinten Remen dan Djaduk Ferianto bikin ger-geran secara musikal. Dan Kill the DJ alias Mohamad Marzuki jadi MC bersama Dibyo Primus.

djaduk-dan-iik.jpg

Jika anda memang anggota atau calon anggota Front Pemuja Guyonan, jangan ragu untuk berkunjung dan menyaksikan daripada pertunjukan ini. Jika berminat silakan pesan tiket, hubungi: Bagian Iklan Kedaulatan Rakyat 0274-565685, Pak Dibyo 0274-6542000, Taman Budaya Yogyakarta 0274-561914.

Harga tiket: Rp. 30.000,-/ Rp. 50.000,-/ VVIP Rp. 150.000,- (bonus buku Presiden Guyonan)

Tags: , , ,

Posted by: butet | Januari 5, 2009

“SIDANG SUSILA” TEATER GANDRIK MANGGUNG LAGI !!!

“SIDANG SUSILA” TEATER GANDRIK MANGGUNG LAGI !!!

sidang-susila-2.jpg

Lakon “SIDANG SUSILA” karya Ayu Utami dan Agus Noor akan dimainkan lagi Teater Gandrik Yogyakarta. Di Salihara, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta, 15 sd 17 januari 2009, jam 20.00 WIB. PESAN TIKET hub: Nike 081807304036, Laly 02173458960, Sitok 08129945994. Silakan nonton rame-rame !!!

sidang-susila-4.jpg

Produksi: Teater Gandrik, Penata Musik: Djaduk Ferianto. Para Pemain: Butet Kartaredjasa, Susilo Nugroho, Whani Darmawan, Heru Kesawa Murti, Sepnu Heryanto dll.

Tags: , ,

Posted by: butet | Desember 28, 2008

VEVEN MERESENSI “PRESIDEN GUYONAN”

cover-presiden-guyonan-blog.JPG

Resensi buku “PRESIDEN GUYONAN” oleh Veven sp Wardhana ini telah dimuat di koran Media Indonesia 6 Desember 2008. Ini adalah versi aslinya sebelum diedit redaksi. Silakan baca!

Mas Celathu, Enak di Pojok dan Seru!

Veven Sp. Wardhana

Judul buku: Presiden Guyonan; Penulis: Butet Kartaredjasa; Penyunting: Agus Noor; Pengantar: Mohamad Sobary; Catatan akhir: Goenawan Mohamad; Gambar: Dwi Koen; Penerbit: Kitab Sarimin, Yogya, November 2008; Tebal: xxiv + 286 halaman

TAK ada yang mengharamkan warganegara (Indonesia) untuk dicalonkan atau mencalonkan dirinya sendiri sebagai politisi; sebagai anggota legislatif, atau berposisi sebagai petinggi eksekutif negeri. Termasuk yang punya hak adalah juga selebritas alias pesohor yang kerap merujukkan diri pada bintang Hollywood Ronald Reagan yang menjadi Presiden Amerika Serikat, atau Arnold Schwarzenegger yang menjadi Gubernur California. Read More…

Tags: , ,

Posted by: butet | Desember 25, 2008

“PRESIDEN GUYONAN’ di tangan PRESIDEN BENERAN

sby-butet-2.JPG

“PRESIDEN GUYONAN’ di tangan PRESIDEN BENERAN

Di masa lalu mana mungkin bisa terjadi… Seorang presiden menerima dengan penuh persahabatan seorang tukang kritik yang sering memarodikan dirinya. Dan itulah yang terjadi Rabu, 17 Desember 2008, di Gedung Agung Yogyakarta. Presiden beneran dengan lapang dada menyambut “presiden bodongan” yang pagi itu menyerahkan buku “Presiden Guyonan”. Moga-moga aja buku itu suatu kali dibaca….biar Indonesia lebih suegeeeerrr…he he he

presiden-guyonan-sby.JPG

Posted by: butet | Desember 21, 2008

KOLOM CELATHU: PENYELEWENGAN SEPATU

Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 21 Desember 2008, hal 1, NASIONAL

sepatu-bush.jpg

Penyelewengan Sepatu

Butet Kartaredjasa

Hayoooosampeyan mulai nyeleweng ya?

Jika betul-betul terdengar hardikan seperti ini, bisa jadi Mas Celathu akan langsung mengkeret. Tidak cengengesan lagi. Apalagi jika yang membunyikan kalimat itu Mbakyu Celathu, dengan oktaf rada melengking ditambah pandangan penuh selidik. Tak terbayang bagaimana wagu-nya ekspresi raut wajah Mas Celathu. Mungkin mimik-nya akan lungset kayak handuk yang sudah nglumbruk jadi gombal. Read More…

Tags: ,

Posted by: butet | Desember 14, 2008

KOLOM CELATHU: PERTARUHAN BAWAHAN

Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 14 Desember 2008, hal 1, nasional

Pertaruhan Bawahan

Butet Kartaredjasa

Meskipun punya pikiran mlethik, seorang bawahan yang baik dan benar harus tetap bisa menyembunyikan kecerdasannya. Juga daya kritisnya. Syukurlah seumpama bisa berpura-pura bego dan miskin inisiatif. Pasti aman. Tidak mengganggu stabilitas kedudukan atasannya. Dengan menjaga performance yang tak lebih pinter dari pemilik jabatan di atasnya, ia akan terbebas dari tudingan: sok tahu, cari muka, minteri, menggurui, ambisius, dan sebangsanya. Agaknya, inilah sisa-sisa feodalisme yang masih terawat dengan baik. Dalam kepemimpinan yang feodal, yang berada di atas harus selalu benar. Dan bawahan adalah keranjang sampah kesalahan. Read More…

Tags: ,

Older Posts »

Categories