Posted by: butet | Agustus 3, 2008

KOLOM CELATHU: PSIKOPAT ANYAR

Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 3 Agustus 2008, hal 1, NASIONAL

wajah-gay.jpeg

Psikopat Anyar
Butet Kartaredjasa

Minggu terakhir ini polisi telah sukses menemukan bukti adanya 11 nyawa yang dihabisi Ryan, jagal manusia asal Jombang. Acungan jempol pantas dianugerahkan kepada mereka. Namun sebaliknya, kutukan dan sumpah serapah justru layak dipanen lelaki kemayu itu. Tak ada empati bagi orang yang berperilaku setara binatang: membunuh dan memutilasi korbannya. Pastilah, orang ogah kasih pujian. Kalau toh ada yang memuji tindakan semacam ini, — harus dicurigai — si pemberi pujian pastilah berotak miring alias kenthir. Read More…

Tags: , , ,

Posted by: butet | Juli 27, 2008

KOLOM CELATHU: PRESIDEN KULINER

Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 27 Juli 2008, hal 1. NASIONAL

prabowo.jpgsoetrisno-bachir.jpgwiranto.jpgbotol-kecap.jpgbotol-kecap.jpgbotol-kecap.jpg

Presiden Kuliner
Butet Kartaredjasa


Gara-gara iseng bikin liputan kuliner di koran nasional, Mas Celathu menyandang predikat baru: “ahli kuliner”. Padahal, aslinya, dia tidak tergolong jagoan masak-memasak. Bahkan nama-nama bumbu dapur pun ia tak bisa mengingat luar kepala. Juga nama-nama menu kreasi chief internasional yang adanya hanya di hotel bintang lima. Untuk mengeja saja dia tergagap-gagap. Apalagi memahami perkara resep-resep tata boga, misalnya bagaimana memadukan khasiat sayur mayur tertentu dengan bahan-bahan hewani. Bisa dibilang, Mas Celathu enol besar. Read More…

Tags: , ,

Posted by: butet | Juli 19, 2008

KOLOM CELATHU: PANEN MAYAT

Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 20 Juli 2007, NASIONAL, hal 1 

 hukuman-mati1.jpg

Panen Mayat
Butet Kartaredjasa

Bulan ini Indonesia panen mayat. Setidaknya begitulah yang mencuat dalam sejumlah pemberitaan di berbagai media massa. Ada mayat normal, maksudnya meninggal secara wajar sebagaimana jamaknya manusia yang – jika Tuhan menghendaki — memang harus tidur abadi.  Ada pula mayat abnormal. Matinya tidak konvesional.  Maksudnya, berubah status menjadi “mantan manusia” karena kecelakaan atau dicelakai. Misalnya dicelakai perampok yang sangat bengis. Atau dirajang-rajang jadi korban mutilasi oleh partner homoseks. Read More…

Tags: , , ,

Posted by: butet | Juli 12, 2008

KOLOM CELATHU: MENTERI PENGGELAPAN

Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 13 Juli 2008, halaman 1, NASIONAL

harmoko1.jpg

MENTERI PENGGELAPAN

Butet Kartaredjasa

Menyambut hari-hari penggelapan massal dimana PLN akan mematikan listrik secara bergiliran, tibalah saatnya kita memlesetkan judul kitab legendaris karya RA Kartini menjadi: “Habis Terang Terbitlah Gelap”. Bahkan PLN yang aslinya Perusahaan Listrik Negara boleh juga diplesetkan menjadi PLM alias Penjamin Listrik Modar.

“Sampeyan kok sinis banget ta sama PLN. Ntar rumah kita nggak dikasih listrik, malah kita yang modar,” Mbakyu Celathu mengingatkan suaminya. Read More…

Tags: , ,

Posted by: butet | Juli 6, 2008

KOLOM CELATHU: UNIVERSITAS GRATIS

opening-pon.jpg Dimuat SUARA MERDEKA,Minggu 6 Juli 2008, hal 1, NASIONAL

 Universitas Gratis

Butet Kartaredjasa

Dalam sebuah perang hanya dibutuhkan seorang jendral. Begitu ada sejumlah orang ge-er merasa dirinya jendral, dan masing-masing merasa punya wewenang kasih komando, bisa dipastikan sebuah peperangan akan menghasilkan kekalahan. Bayangkan saja. Jendral yang satu memerintahkan pasukan untuk maju dan menembak. Sementara jendral yang lain mengomando supaya tiarap dan melarang buang peluru. Dan jendral yang lainnya lagi, yang tak tahu kentang-kimpulnya medan pertempuran karena barusan kembali dari panti pijat, tiba-tiba ikutan berteriak lantang,”Ayoooo… ngacir aja. Mundur ke belakang.” Read More…

Tags: , , ,

Posted by: butet | Juni 29, 2008

KOLOM CELATHU: MENGUTUK PONSEL

 

 SUARA MERDEKA, Minggu 29 Juni 2008, hal 1, NASIONAL

 

 handphone.jpg

Mengutuk Ponsel

Butet Kartaredjasa

 

Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati.

Dari mana datangnya musibah? Dari ponsel nyemplung ke bui. Mas Celathu tidak bermaksud bikin plesetan. Tapi benar-benar ingin merekam kesaksian sebuah pencapaian kebudayaan, yang akhirnya menelikung nasib manusia.

Sampeyan mbok jangan berlebihan. Mosok orang bisa dipenjara hanya karena ponsel,” sergah Mbakyu Celathu.

“Makanya kalau lihat tivi jangan cuma nonton sinetron gombal dan gosip artis kawin cerai. Lihat berita dong,” jawab Mas Celathu sinis sambil melanjutkan,”Coba, andaikan dunia ini tidak mengenal ponsel, pasti orang-orang itu tidak bakal dipenjara. Minimal tidak bakal dipermalukan kehormatannya sebagai manusia.” Read More…

Tags: , ,

Posted by: butet | Juni 22, 2008

KABARET EDISI NARKOBA !!!

GADO-GADO POLITIK “KABARET”, TEATER KOMA

Saksikan di METROTV, Jumat, 27 Juni 2008, pukul 22.05.

Tayangan ulang, Sabtu, 28 Juni 2008, pukul 16.05.

kabaret-narkoba4.JPG

kabaret-narkoba2.JPG kabaret-narkoba3.JPG

KABARET, gado-dago politik olahan Teater Koma, Jumat pekan ini menampilkan episode NARKOBA. Sisik melik barang haram yang merusak manusia itu, digunjingkan para “punakawan” Teater Koma (Ratna Riantiarno, Butet Kartaredjasa, Emanuel Handoyo, Budi Ros, Whani Dharmawan) dan bintang tamu Happy Salma dan Jajang C Noer. Penulis dan sutradara Nano Riantiarno, Penata Musik Idrus Madaani. Selamat nonton!!! Kami tunggu komentarnya!!!

Tags: , ,

Posted by: butet | Juni 22, 2008

KOLOM CELATHU: KAMPUNG JAKSA

Suara Merdeka, Minggu 22 Juni 2008, hal 1, NASIONAL

kampung-seni-handoko.jpg

Kampung Seni di desa Lerep, Ungaran, Semarang. Digagas, diwujudkan dan dibiayai secara mandiri oleh Pak Handoko Antik. Sebuah ikhtiar yang pantas ditauladani.

Kampung Jaksa

Butet Kartaredjasa

Pekan ini, Mas Celathu merasa benar-benar bergembira. Ada dua kegembiraan yang menyergapnya sekaligus. Yang pertama, pelaksanaan Pilgub Jateng yang hari ini sedang coblosan, ternyata bisa berlangsung aman dan damai. Mudah-mudah nanti setelah KPUD mengumumkan hasilnya, kedamaian itu masih menyertai. Amit-amit, jangan sampai nanti pada gontok-gontokan hanya lantaran jagoannya keok menjaring suara. Sebab, menurut Mas Celathu, syarat utama ikutan Pilkada bukannya kesiapan diri menjadi seorang pemimpin. Melainkan, kesiapan diri untuk menerima kekalahan. Itu baru pemimpin sejati. Kstaria yang pantas dibanggakan. Read More…

Tags: , ,

Posted by: butet | Juni 15, 2008

FRONT PEMANGSA SATE (KLATHAK)

susana-sate-klathak.JPG

Front Pemangsa Sate (Klathak)

Butet Kartaredjasa

Artikel ini telah dimuat KOMPAS, Minggu 15 Juni 2008, Rubrik SANTAP/URBAN. Mau baca edisi publikasi silakan klik, atau naskah asli. Silakan mau pilih yang mana. Salam

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01454711/front.pemangsa.sate.klathak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01451828/legitnya.tongseng.kicik

Jika anda penggemar sate kambing, marilah bersekutu dengan panji baru: ‘Front Pemangsa Sate’. Dan segeralah rame-rame menyerbu Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret, Jalan Imogiri, Bantul Yogyakarta. Anda akan menemui aliansi kelezatan dan gurihnya bakaran daging wedhus gembel alias domba gimbal yang cuma berbumbu garam, yang populer dengan sebutan Sate Klathak. Read More…

Tags: , , ,

Posted by: butet | Juni 15, 2008

KOLOM CELATHU: MENDADAK KONDANG

Dimuat Suara Merdeka, Minggu, 15 Juni 2008, hal 1, NASIONAL


Mendadak Kondang

Butet Kartaredjasa

butet-rep-bagong.JPG Setelah menyelesaikan coreng moreng wajahnya, Mas Celathu sekarang tampil beda. Tidak lagi berbibir “sensual” dengan kaca mata belor, tapi berwajah punakawan Bagong. Wajah yang jenaka. Berbedak tebal putih, garis mulutnya lebar ndobleh, matanya mlolo bulat seperti cemplon. Dia lalu mematut gaya di depan cermin. Berkola-kali dia pasang aksi laiknya seorang peragawan atau cover boy.

Ada pose anggun bak gaya ketua partai. Namun tak sedikit gaya jumpalitan yang kocak: memoncongkan mulut, mecucu, mekangkang sambil kasih hormat, menjulurkan lidah ala Rolling Stone, nungging dan melongkokkan wajah dari selangkangan, dan lain-lain. Read More…

Tags: , ,

Older Posts »

Categories