BIODATA BUTET

blog-butet1.JPG

Butet Kartaredjasa

Lahir di Yogyakarta 21 November 1961. Anak ke 5 dari 7 bersaudara keluarga seniman (pelukis dan koreographer) almarhum Bagong Kussudiardja. Isteri: Rulyani Isfihana (Kutai, Kalimantan Timur. Anak: Giras Basuwondo (1981), Suci Senanti (1988), Galuh Paskamagma (1994).

Tinggi-berat: 170 cm, 73 kg

Kacamata: minus 4,5

Makanan kesukaan: tongseng kambing, soto

Kebiasaan: merokok, sehari 3 bungkus

Yang digemari: sepatu sandal “gaya Tamansiswa”, celana bersaku banyak, mengoleksi lukisan, rokok lokal merk non-mainstream, mobil kuno

Yang tidak disukai: kesepian

Kebiasaan masa kecil: nonton ketoprak di tobong, membatik

Cita-cita masa kecil: dokter

Cita-cita sekarang: mati secara indah, tidak merepotkan orang lain

Kepada siapa berterimakasih: kepada bapak yang telah memberikan atmosfer kesenian sejak awal; kepada anak dan isteri yang sangat toleran dan ikhlas atas aktivitas saya; kawan-kawan sepekerjaan yang penuh toleransi terhadap kebiasaan “membolos” untuk kegiatan kesenian saya; dan kepada teman-teman sekomunitas yang banyak memberi andil bagi pertumbuhan dan perkembangan saya

Kapan merasa bahagia: jika yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik

Pendidikan formal: SMSR/Sekolah Menengah Seni Rupa Yogya (1978-1982), Fakultas Senirupa dan Desain ISI Yogyakarta, jurusan seni lukis (1982-1987, drop out)

Pengalaman:

Mulai 1978-1992 menjadi sketser (penggambar vignet) dan penulis freelance untuk liputan masalah-masalah sosial budaya untuk media-media lokal maupun nasional: KR, Bernas, Kompas, Mutiara, Sinar Harapan, Hai, Merdeka, Topik, Zaman, dll.

Aktif sebagai pelukis dan pengamat senirupa. Sampai sekarang masih menulis esai budaya atau kolom (tentang masalah sosial budaya) di berbagai media massa cetak nasional.

Mulai 1978 aktif berteater, antara lain pernah bergabung di Teater Kita-Kita (1977), Teater SSRI (1978-1981), Sanggarbambu (1978-1981), Teater Dinasti (1982-1985), Teater Gandrik (1985-sekarang), Komunitas Pak Kanjeng (1993-1994), Teater Paku (1994), Komunitas seni Kua Etnika (1995-sekarang).

1979 - Aktor Terbaik Festival Teater SLTA se DIY ke 2

1981 - Aktor dan Sutradara Terbaik Festival Teater SLTA se DIY ke 4

1983 - Juara Pertama Lomba Esai TIM

1984 - Juara Pertama Lomba Esai Tentang Wartawan, LP3Y

1986-1990 - bekerja sebagai karyawan Kompas-Gramedia (wartawan Tab loid Monitor)

1985 - Aktif di Teater Gandrik sebagai pemain dan organisator produksi. Sampai sekarang masih terus menekuni teater dan pertunjukan monolog sebagai media berekspresi. Bersama Teater Gandrik berpentas di beberapa kota di Indonesia, termasuk mewakili Indonesia dalam Second ASEAN Theatre Festival (1990), di Singapore, membawakan lakon “Dhemit”. Dan mementaskan lakon yang sama di Kuala Lumpur, Malaysia.

1991 - Menjadi Redaktur (Budaya) Tamu di Bernas

1995 Mendirikan Komunitas Seni Kua Etnika bersama Djaduk Ferianto, Purwanto dan Indra Tranggono. Komunitas ini merupakan wadah pengembangan gagasan kreatif di bidang seni pertunjukan: musik dan teater.

1996 Mendirikan Galang Communication, sebuah institusi periklanan dan studio grafis

1997 Mendirikan Yayasan Galang yang bergerak dalam pelayanan kampanye publik untuk masalah-masalah kesehatan reproduksi berperspektif gender.

1999 - Mendukung pementasan “Brigade Maling” Teater Gandrik di Monash University, Melbourne, Australia (1999). Dan pada tahun yang sama dinobatkan sebagai “TOKOH SENI” oleh PWI Cabang Yogya

Bekerjasama dengan Children Laboratorary, sebuah LSM Philipina, mendesain pertunjukan rakyat dengan semangat “lintas budaya” untuk kampanye kesehatan masyarakat dan pencegahan AIDS. mempresentasikan usaha ini di Kongres AIDS Internasional, di Durban, Afrika Selatan (th 2000)

2000 - Memperoleh “PENGHARGAAN SENI” dari Pemda DIY.

2001 - Menjadi pemain tamu Teater Koma Jakarta dalam lakon “Republik Bagong”.

Bekerjasama dengan Indosiar memproduksi sinetron 13 episode “Badut Pasti Berlalu”

2002 Menjadi host untuk acara talkshow “WAROENG” di TV7

Mendesain acara PASAR RAKYAT 76, Indosiar; dan TONIL BAGITO untuk tayangan TV7.

Sinetron “Satiran”, Indosiar

2003

Sinetron “Bumi dan Langit”, Starvision, stdr Tedy Setiadi

Sinetron 13 eps “Komedi Nusa Getir”, Transparancy Internasional Indonesia, stdr N Riantiarno

Sinetron 13 eps, “Oom Pasikom”, Starvision, stdr Dedi Setiadi

Pentas Teater “Opera Kecoa”, Teater Koma, Stdr N Riantiarno

“Departemen Borok”, Teater Gandrik, stdr Whani Dharmawan

2004

Menjadi manager Kua Etnika pentas keliling Eropa (Austria, Chezch,

Hungary, Poland dan Belanda) dalam Everlasting Kretek Heritage

Film Banyu Biru, (Teddy Suryatmadja/ Salto Film, 2004)

2005

Pentas Teater “Jangan Menangis Indonesia”, Teater Mandiri, stdr Putu Wijaya

Pentas Teater Tari “Sanggit”, Padepokan Seni Bagong K

Film Maskot, (stdr Robin Mohran/ Random Picture)

Memimpin grup Padepokan Seni Bagong K ke Folk Culture Seetion, Gangneung City, Korea Selatan

Memimpin grup Padepokan Seni Bagong K, dalam “Ramayana Diplomasi” ke Bangkok Thailand

Mendirikan Yayasan Bagong Kussudiardja

2006

Pentas Monolog “MATINYA TOEKANG KRITIK” karya Agus Noor, di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Salatiga, Surakarta, Purwokerto, GKJ Jakarta

Film “Pemahat Borobudur” (stdr.Arswendo Atmowiloto/Atmo Adamel Film)

Film “Koper” (Stdr: Ricard Oh)

Menjadi host talkshow “Asal Usul” bersama Jenar Mahesa Ayu, TVRI

Menjadi model iklan Honda Suprafit

Menerima Penghargaan Pemeran Pembantu Pria Terpilih dalam film MASKOT, Festival Film Jakarta (JAK-TV)

Memerankan SBY dalam News.Com/Republik Mimpi, Metro TV (2006 sd 2007)

2007

Pentas KUNJUNGAN CINTA Teater Koma, di Graha Bakti Budaya TIM, 14 sd 28 Januari 2007

Memproduksi dan memainkan filler 76 DETIK, program televisi ditayangkan di beberapa stasiun televise, 76 episode.

Sejak September, menjadi kolomnis tetap harian Suara Merdeka, CELATHU, saban hari Minggu

Pentas Monolog MATINYA TOEKANG KRITIK, Festival Nusantara, Brisbane, Quensland, Australia

Menggagas dan tampil dalam KONSER KEBANGSAAN PERBANAS, di Balai Sarbini Jakarta

Menjadi model iklan jamu TOLAK ANGIN, Sidamuncul.

Mementaskan lakon monolog SARIMIN karya Agus Noor dalam Art Summit Indonesia ke 5 di Jakarta, dan mementaskan lakon yang sama di Yogyakarta dan Surabaya

2008

Turut menggarap dan bermain dalam lakon Teater Gandrik, SIDANG SUSILA, karya Ayu Utami dan Agus Noor, di Graha Bakti Budaya TIM dan di Yogyakarta

Berperan dalam film “Bola itu Bundar”, sutradara Mirwan/Nova Eliza

Berperan dalam film “Tiga Doa Tiga Cinta”, sutradara Nurman Hakim

Berperan dalam film “Outsiders”, sutradara Herwin

Berperan dalam film “Drupadi”, sutradara Riri Riza

Menjadi model iklan TV Comm, traktor tangan QUICK

Kembali menjadi SBY di acara parodi politik “Republik Mimpi” di TV One dan sejak Agustus pindah ke ANTV

Ikut mendukung acara “Gado-gado Politik KABARET”, Teater Koma, Metro TV

Repertoar teater yang pernah diikuti, antara lain

Teater SSRI Sepasang Mata Indah, (stdr: Butet K, 1978)

Abu, (stdr: Butet K, 1979)

Kisah Cinta dll, (stdr: Butet K, 1981)

Padepokan Seni BK Cinta Bau Bensin (stdr: Mus Biawan, 1978)

Joko Suruh (stdr: Bagong K, 1980)

Teater Tikar Ributnya Pondok Sunyi, (stdr: Genthong HSA, 1979)

Kaisar dan Pengemis (stdr Genthong HSA, 1981)

Taman Budaya Yogya, Anusapati (stdr: Sri Sadhono, 1984)

Teater Gandrik: Kesandung (stdr: Jujuk Prabowo, 1984)

Pasar Seret (stdr: Jujuk Prabowo, 1985)

Pensiunan (stdr: Jujuk Prabowo, 1985)

Sinden (stdr: Jujuk Prabowo, 1986)

Isyu (stdr: Jujuk Prabowo, 1986)

Dhemit (stdr: Jujuk Prabowo, 1986)

Orde Tabung (stdr: Jujuk Prabowo, 1987)

Kera-Kera (stdr: Jujuk Prabowo, 1988)

Upeti (stdr: Jujuk Prabowo, 1989)

Proyek (stdr: Jujuk Prabowo, 1992)

Flu (stdr: Jujuk Prabowo, 1988)

Buruk Muka Cermin Dijual (stdr: Jujuk Prabowo, 1991)

Khayangan Goyang (stdr: Jujuk Prabowo, 1992)

Juru Kunci (stdr: Jujuk Prabowo, 1987)

Juragan Abiyoso (stdr: Jujuk Prabowo, 1990)

Tangis (stdr: Jujuk Prabowo, 1990)

Brigade Maling (stdr: Jujuk Prabowo, 1999)

Mas Tom (stdr: Djaduk Ferianto, 2002)

Departemen Borok (stdr: Whani Dharmawan, 2003)

Sidang Susila (karya Ayu Utami & Agus Noor, stdr: kolektif, 2008)

Teater Dinasti:

Geger Wong Ngoyak Macan (stdr: Fajar Suharno, 1983)

Patung Kekasih (stdr: Fadjar Suharno, 1984)

Sepatu Nomer Satu (Stdr: Fadjar Suharno/Jujuk, 1985)

Kandang Bobrok (Stdr: Fadjar Suharno,  1985)

Kom. Pak Kanjeng: Pak Kanjeng (stdr: Emha dkk, 1993)

Teater Paku: Inspektur Agung (stdr: Jujuk, Djaduk,dkk, 1994)

Teater Koma: Republik Bagong (stdr: N Riantiarno, 2001)

Opera Kecoa (Stdr N Riantiarno, 2003)

Memandang Kandang, Natal nasional (Stdr N Riantiarno, 2005)

Kunjungan Cinta (Stdr N Riantiarno, 2007)

Teater Mandiri: Jangan Menangis Indonesia (stdr: Putu Wijaya, 2005)

Sinetron: Kucing Pak Selatiban (Dedi Setiadi,1985)

Ketulusan Kartika (Dedi Setiadi, 1995)

Asisten Sutradara “Tajuk” (Slamet Rahardjo, 1996)

Air Kehidupan (Chep Masduki, 1998)

Dukun AIDS, Kupu2 Ungu (Idris Pulungan, 1998)

Citraksa-Citraksi (Chep Masduki, 1998)

Gincu (Heruwati, TVRI Yogya, 1999)

Badut Pasti Berlalu (Dicky, Indosiar-Teater Gandrik, 2001)

Jejak Bisu (Firman Triyadi, FTV Prima, 2001)

Cintaku Terhalang Tembok (Nano Riantiarno, Indika,2002)

Beri Aku Satu Kesempatan (Darsa/Bamb. BS, FTV Prima, 2002)

Bumi dan Langit (20 eps, Teddy Setiadi, Starvision, 2002)

Satiran (Dicky Irawan dan Surya, Indosiar, 2002)

Tonil Bagito (Yoesi Enes, Persari/TV7, 2002)

Komedi Nusa Getir, ( 13 eps, stdr N Riantiarno, Transparancy Internasional Indonesia, 2003)

Oom Pasikom (13 eps, stdr Dedi Setiadi, Starvision)

Dunia Tanpa Koma (skenario Leila S Chudori, stdr Maruli Ara, Sinemart)

Monolog: Racun Tembakau, karya Jim Adilimas1986

Lidah Pingsan, karya Indra Tranggono & Agus Noor 1997

Lidah (Masih) Pingsan, karya Indra T & Agus Noor 1998

Benggol Maling, karya Butet K, 1998

Raja Rimba Jadi Pawang, karya Butet K dan Indra T 1999

Iblis Nganggur, karya Indra Tranggono 1999

Mayat Terhormat, karya Indra Tranggono & Agus Noor 2000

Guru Ngambeg, karya Indra Tranggono 2000

Satu Nusa Satu Jenaka, karya Agus Noor, 2003

Mencari Kasih/ Unicef, karya Agus Noor, 2004

Serial Monolog Pendek Metro TV, karya Agus Noor, 2005

Matinya Toekang Kritik, karya Agus Noor, 2006

Sarimin, karya Agus Noor, 2007

Film: Petualangan Sherina, (Riri Reza/Miles Prod, 1999)

Banyu Biru, (Teddy Suryatmadja/ Salto Film, 2004)

Maskot (Robin Moran/Random Picture, 2006)

Pemahat Borobudur (Arswendo Atmowiloto/Atmo Adamel Film, 2006)

Koper (Richard Oh/ Rumah Production, 2006)

Bola itu Bundar (Mirwan, 2008)

“Tiga Doa Tiga Cinta” (Nurman Hakim, 2008)

“Outsiders” (Herwin/InnoMaleo Pictures, 2008)

“Drupadi” (Riri Riza, Miles, 2008)

Alamat:

Jl. Bibis Raya, gang Nusa Indah 189

Kompleks Padepokan Seni Bagong K

Desa Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183

Telp/Fax: 62-274-376554, 0811269010, 08129581115

Email: butet@indo.net.id, kartaredjasa@yahoo.co.id

Responses -

wah… akhirnya mas butet muncul juga di blog detik.
Selamat menularkan ilmunya ya…

Hallow mas butet, salam kenal…

Kalo mau ada penampilan lagi bilang2 yah… :D

Suskses selalu

wah mantap nih.. bukan sekedar selebriti..!!!

Salut buat biodatanya pak, tapi kurang salut untuk kebiasaannya (jd ingat bapak saya, dulu merokok kayak kereta api). wakakak.

detik pertama yang ku lihat lah kok Mas Butet, eh om butet, lah apa ya? Pak De wae lah

Asyik Mas bisa tahu lebih banyak nih. Terus diisi ya…

:shock:
buset dah pengalaman hidupnya!

keren ! ;)

Kapan lakon berikutnya muncul…..banyak yang kangen lho…..met berkarya mas….

jangan berhenti menulis dan beride (baca: ber-ide). Sukses buat om Butet

alow…..mas butet,met kenal

salam kenal, mas butet…masih tinggal di yogya kah??

Suatu kehormatan bagi saya dapat berkunjung ke Blognya Mas Butet.

Penjenengan pancen lucu tenan bos…. Kagungan dalem cangkem benar-benar menghibur dan jadi obat stress…

Mohon ijin untuk masukin blog panjenengan ke blogroll saya….

Matur sembah nuwun…

tak tunggu2 blog nya mas mas eh…Om, Eh….Pak De Eh…. apa ya yang tepat? kelihatan masih muda sih hehehehe :)
Bangsa bahkan dunia ini memerlukan banyak orang seperti njenengan. Yang tak bosan-bosannya menyerukan kebenaran. Dengan Blog ini saya jadi merasa segar kembali membaca dan melihat sisi lain dari Njenengan

om ni anaknya temennya om.arif afandi.om punya YM y?
jahahahaha.ok
aku minta yy idnya
kapan2 mungkin bisa chat bareng aku.
gini gini aku suka nton teaternya om loohh..
luucu..
jahahha.

~ym nad :lilprincessmakhi
di ett yy om!

Halo.. bolehkan saya link blog ini?

kang… senang deh bertemu denganmu
meski hanya berwujud blog
namun aura kehadiranmu terasa seolah sedang berdialog
saya sering menyaksikan pertunjukanmu.
Apik..
mau ngajuin question nih kang….
susah ga sih jadi seniman????

Mau jadi seniman? He he he…bener nih? Nggak nyesel nanti? Kebun tetangga memang selalu terlihat lebih indah. Jadi seniman kesan dari luarnya memang enak melulu,…. mungkin orang jarang yang mau membayangkan pahitnya jadi seniman.

Saya kira profesi apa pun itu mulia dan menyenangkan dan barokah, asalkan kita benar-benar menjalaninya dengan ikhlas dan tulus.

Ikut ngasih testi nie,
Salam kenal aja.Terima Kasih.

hmm…..
seniman yang arief dan bijaksana
bertingkah laku apa adanya
aku seneng fota kang butet yang di rumahku

ada gambar kang butet ma laptop putihnya

cangkeman sing apik lan bener hihihi….
cipokan sekali2 boleh kok :D

wah.. ciamik tenan kang blog sampeyan. kompliiit …. tenan. uluk salam kagem panjenenganipun kang butet. yo salam kenalan gitu. saya penggemar berat sampeyan sejak jamane pakne harto. salam kenal nggih. kudu sukses lan pendek ati. salam sisan kanggo kang jaduk. sinten remennya ngangeni tenan. kapan manggung maneh ning semarang?

Pak butet saya ijin nulis review ttng pak butet dan blognya, maaf kalau judulnya kasar aku hnya nyonto judul blognya pak butet kalau keberatan silahkan protes

waaaahh blog nya keren banget…salut..
saya masukin fav aah…salam kenal ya kang Butet…..

Kang Butet, ngerokoknya banyak banget.
:-((…ayo donk kurangin ..kalo perlu berenti total……(peace)

silakan siapa saja yang mau nge-link. Langsung tempel aja. gak usah minta ijin lagi.pleaseeeee…

wah….mas Butet itu sangat…..produktif..ya

Andai semua seniman tenar bisa merakyat seperti mas Butet. Layak untuk diteladani sebagian selebritis lain, mereka-mereka yg sudah merasa hidup di planet berbeda. Mereka-mereka yang tidak punya waktu lagi sekedar untuk menyapa.

Salam Persaudaraan Mas Butet

wogh….kang butet kie!wah rodo2 grogi kie numpang comment nang kene,sukses terus nggih kang karirnya. nggih sampun, pareng kang butet.
akakakkaakka……

mas mau nanya nih, saya sebenarnya suka dengan kesenian Jawa terutama. Kalau bisa sih ikut partisipasi melestarikannya, terutama wayang, ketoprak, nggamen dll. Ya tapi saya ini kurang ada bakat ditambah lagi g ada keturunan seniman. Bisa g ya saya ikut melestarikan dan bagaimana caranya? soalnya anak muda sekarang sudah jarang yang mau melestarikan. Nuwun

woww….. mantafffffff mang Butet. Met kenal mang…. moga sukses selalu.

selamat sore dan salam kenal dariku langitjiwa di sidoarjo,mas.

Selamat kenal mas butet, saya sedang mengumpulkan berbagai macam merk roko seperti mas butet punya, kalo boleh barter dong roko-rokonya, he…..itupun kalau ada merk rokok yang kembar. Terima kasih

Mas Butet…
mbok Mas Ohan dibujuk bikin blog juga…
tapi susah ya menulis suara kendang?
qiqiqiq…

Mas pengalaman hidupmu puanjang, …..pas untuk kelahiran 1961 , Bahkan luwih…..

Gusti “kudune “bangga nciptakna sampeyan……

menambah semburat e jagad raya…..

man

met sore kang,

mau ikut-ikutan ngisi komen ben tambah dowo halaman webe..heheew

dari
bung AB

Saya suka dengan plesetan2 yg kang Butet buat. semoga satu saat gak kepleset beneran. Sukses yo…, saya tunggu polah tingkahmu selanjutnya.

salam kenal mas butet dari wong palembang

mas butet aku sering nonton kabaret, gantengnya waktu pakai jas hitam dan kacamata hitam

bosen nggak mas jadi seniman…. :)

Pak, kelihatan nikmat cerutunya hehe, seneng ke blog pak butet, terhibur hehehe, salam dari semarang.

‘Unik’…. kata pertama yang ada dikepalaku waktu pertama kali ketemu secara langsung Mas Butet di program tv Pasar Rakyat 76. sukses & tetap unik ya Mas…

aku melu numpang terkenal wae mas… nek weruh sampeyan kok ingatanku langsung neng SENISONO yo… *kangen dodolan*

Salam kenal mas Butet.
Saia sempat tersinggung dengan monolog “Matinya Toekang Kritik” anda.
Kini saia yakinkan anda bahwa saia belum mati, dan siap menghunus pedang kritik saia.

Salam kenal dari Bandung…

_dee_

Haloowww mas butet,… salam kenal,..^_^
Terus berkaya yagg,…
O ya,… Kayaknya makanan kesukaannya bisa menyebabkan sejumlah penyakit, sakiiinnnggg wuueennnaaakkknnnyyaaa…..hehehe

hii mas butet.. masih menjabat Presiden Republik BBM kan..?? atau kalau ga ..ya..mantan de. tapi pasti tetap pedulikan dg kondisi bangsa kite..Begini mas aku mo ngajak mas butet yg artis untuk ikut program GREEN-ING YOUR FUEL CAMPAIGN.. TO REDUCING EMISSION AND GLOBAL WARMING..melalui penggunaan MPG-caps yg baru di lounch oleh Mentri ESDM pd tgl 18 juni 2008 yg lalu bersama perusahaan besar FFI (Fuel Freedom International). Kaplet ini terkenal dengan julukan PIL NASA. Karena selama 30 th dipakai oleh NASA (Militer Amerika), tetapi sejak krisis energi melanda dunia, pada th 2005 didirikanlah perusahaan besar FFI, untuk memasarkan kaplet ini ke pasar bebas di seluruh dunia. Essensinya adalah mengajak setiap manusia di muka bumi ini untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam pengurangan emisi dan pemanasan global. karena setiap liter BBM yg menggunakan kaplet ini dapat menekan emisi CO2 sebesar 3 kg, selain itu juga meniadakan emisi CO (carbon monoksida), NOx dan hidrokarbon, sehingga apabila setiap pemilik kenderaan, industri, kapal atau segala sesuatu yg bergerak dengan menggunakan BBM, menggunakan kaplet ini, dapat dibayangkan betapa bersihnya udara kita, serta kekhawatiran akan melelehnya es di kutub pun dapat kita cegah.
mudah2an sedikit uraian saya ini dapat menggugah hati nurani mas Butet dan temen2, sehingga segera memutuskan untuk mendukung program ini, LALU BERSAMA-SAMA kita mengajak masyarakat lainnya untuk ikut mendukung program ini.
FFI tidak akan tinggal diam dengan apa yang telah anda mas Butet lakukan terhadap program ini. Perusahaan akan menjanjikan insentif dalam bentuk USD, apabila kita dapat mengajak orang2 untuk mendukung program ini lalu bergabung untuk bersama-sama berkampanye “HIJAUKAN BAHAN BAKAR ANDA”
Jika Mas bergabung dengan paket tertentu, lalu mengajak temen lainnya juga untuk ikut berkampanye, saat itu juga MAs akan diberi insentif 100 USD.
saya harap MAs Butet tidak berkeberatan untuk ikut joint di perusahaan ini, dengan motto selamatkan bumi kita…..
Kalo Mas joint untuk kampanye dapat sign up di : http://www.linara.myffi.biz lalu KLIK US region. o..ya..beneran lo…aku belum sebulan gabung dengan FFI ini, sudah dapat insentif 700 USD.. Mas Butet please…bantu komunitas kami untuk sosialisasikan program ini…

wass,
LINA (0818 937 599)

hallo..mas Butet jangan lupa yo..to reducing emission and global warming….!!! please joint us at: http://www.linara.myffi.biz lalu Klik US REgion

tekyu…tekyu..

Dengan demikian, jelas sudah!

Yang betul adalah Kartaredjasa…

Bukan Kertaradjasa!!
Seperti di wikipedia Indonesia,
dan di tokohindonesia.com
:D

Andai semua orang punya blog, jadi gak usah susah-susah cari nama lengkap.
hehehehe

Salam kenal Pak..

Mohon kunjungi blog saya pak.. saya membutuhkan komentar dari Bapak, karena menurut saya komentar dari Bapak akan sangat bermanfaat untuk saya..

Thanks b4 pak

Regards,
-jack-

merokoknya tolong dikurangin pak, buat kebaikan bapak juga….

Keren banget blog-nya and pastinya Mas Butet (masih) sangat aktif produktif menyuarakan hati wong cilik nan awam segala hal seperti saya. Meski lama saya nggak lihat Mas Butet mentas lagi bersama gandrik or koma di TIM and GKJ, tapi tayangan Monolog, BBM dan Kabaret di layar kaca sudah sangat menghibur. Harapan saya, semoga suara Mas Butet cs. dapat menggugah, mengusik sekaligus meresahkan para pejabat korup di negeri tercinta ini untuk mengendalikan (mengurangi) dorongan syahwat korupsi, baik secara individu maupun kolektif.

Salam Kenal Pak,
Berkaryalah Selalu…

Fantastis….
Biodata dan comment sama banyaknya…
salut buat mas Butet, saya berharap banyak selebritis bahkan politisi yang seperti mas Butet, mas.., aku pengen anakku nanti jadi seniman, istriku sekarang sedang hamil, bisa ga ya mas..??

Wuah, jadi seniman itu repot lho, nggak bakal bisa menumpuk duit bergunung-gunung. Tidak bisa memanjakan kerakusan. Mau? Syukurlah jika setuju, karena hidup memang tidak untuk sekadar menumpuk harta. Dielus-elus aja perut bininya, siapa tahu impiannya kelak terkabul. Amien.

inilah idolaku. seneng karo sampeyan aku mas. gahane kuwi lho, jos tenan

ooM..kok cangkem siH???cangkem tu terkesan kasar oom kalau di pati,
tapi “tutuk” harus digunakan secaara efisien dink..
sukses buat oom butet

salam kenal Om butet,
dari seorang Odie, pengagum om butet…

aku le ngundang ‘Kang” wae yo? ben luwih nJawani.

Salam kenal Kang,
Aku seneng, Kang, moco2 blog sampeyan. aku ki lg ‘nyawah’ neng Abu Dhabi, UAE. Piye, ono jadwal mentas ning UAE ga?

Aku seneng nonton sampeyan neng tipi. tp sing rodho ora pas ki peran sampeyan neng news.com Mimpi Metro TV. seolah-olah sampeyan nggeser Alm. Taufik Savalas.

Sampeyan kagungan VCD2 pementasan sampeyan ga? tp ojo di dol larang2 yo? he he.

Trus sing pengin tak tekok-e, piye carane sampeyan iso ngrubah poro wakil rakyat ben luwih ketok nyambut gawe? ora mung gawe UU “Atas Dasar Pesanan” wae? BANGSAT … memang wakil2 rakyat kuwi.

Semono wae comment soko aku.

Matur Nuwun yo kang

PS: Salam nggo Yosi, gitaris Sinten Remen-e Kang Djaduk. Salam soko Nungky.

salam kenal mas butet. aku salut dengan akting mas di iklan singkat djarum 76

salam
darwizar-batam

“hai butet . . . . kubilang jangan bertempur, bertempur pula kau, matilah kau”. begitu bang naga bilang.

Salam seko Bantul Kang Butet. Sukses ya…

haLuw…..
duh bingung mau panggil gimana….

pokoke sip lah….

biodatanya bung butet adalah pengabdian pada seni indonesia.

bisnis di dunia maya juga ya

Ini dia seniman Indonesia yang tak lekang di makan zaman..

Saya kagum sama Mas Butet..
karya2nya selalu masuk jajaran karya yang diperhitungkan bukan hanya di Indonesia, tapi juga dunia internasional..

Karya2nya HEBAT…

BRAVOO..
saLam

wah, pakdhe butet memang salah satu seniman produktif terbaik yang dipunyai negeri ini.terus berkarya pakdhe,,,terus berjuang,,,salam kenal

hanya kata kagum yang dapat terucap dari mulut ini, mesti aku telah bangga dengan kepandaianku dalam menghibur orang lewat nyanyian Elekton yg hanya sedikit campursari dan lagu nostalgia, maupun lawakan konyol sesaat jagongan bersama teman - teman saat jaga kampung dan MC yg bendahara katanya hanya pas -pasan. Malu deh rasanya diri ini saat membaca biodata Bang Butet.

Salam kangen Pak Presiden …. kapan nyoto den.

kulanuwun mas butet
permios numpang liwat kiye jurik prakerta sing begajul
matursuwun ngelmune,mudah2an apa yang di cita2kan mas butet terlaksana
mas nyuwun sewu,kenapa mas butet skarang udah nggak nongol lagi di acara BBM,sama acara2 kesenian di televisi
jujur aja saya senang dengan tokoh mas butet yang sangat sederhana
tolong mas butet saya di kirimi biodata ki bagong kusudiharjo dung!??please!!
maturnuwun

kok gak ada terimakasih ke ibu, kang?

so nice,, pornografi memang harus diberantas.. maaf saya mendukung UU anti pornografi.. so kita sama2 hargai keputusan yang telah dibuat bersama… toh juga niatnya pemerintah baik.. untuk membawa indonesia ke arah yang lebih baik..

maju terus bung…. UU pornografi membatasi kreatifitas.

Yeah !
udah gak sabar nich mau ketemu bang butet hari jumat..
Welcome yach Pak..

saya suka membaca artikel anda, layak di baca dan di renungkan ( bukan memujih karena saya bukan syaik pujih yang menikahi anak di bawah umur menurut undang-undang apalagi memujah bisa musyrik kata ustas)

http://esaifoto.wordpress.com

nuwun sewu pak…
badhe tanglet…
gadhah putra estri menapa mboten.?

wah.. urip wis ngenes apa maneh ditambahi weruh rupane pak Butet.. bilahik…
mataku saya mumet..
tenan pak.!!
terus terang aku meri karo sampeyan..!
njaluk udude pak.!!

Salute buat mas Butet, acungin dua jempolan. Spechless, pokoknya nya top markotop.

Wahhh…..
Saya Bangga Sama Mas Butet,Saya Salah Satu Tetangga Mas Butet di Kasihan.

wah sing ngalem wis akeh saya tak numpang mejeng aja ya….

jancuk….. hebat koen mas….. pumpung durung kesuwen… siapno penerusmu…! ben indonesia tetep berkobar dengan budaya-nya

Suwon mas….

Mo ngucapin selamat sama Oom Butet yang sekarang makin laris aja bikin acara kritik, utamanya di tipi. Mulai dari republik mimpi sampe ketoprak…

Kalo biasa meng-kritik orang, kalo ganti di kritik kira-kira bisa terima gak ya?

Salam kenal Om Butet,senang bisa kasi comment diblognya Om.
Om,Dunia Tanpa Koma judulnya menyentuh hati,jadi pengen tahu lebih jelas lagi nih Om.
Dunia Teater itu bedanya Om dengan Acting?
kalau boleh tau aja Om,sebelum dan sesudahnya Terima Kasih banyakya Om :)

Wah…apa benar ini blog nya mas butet???

Saya gak sedang mimpikan…

Salam kenal ya mas butet!
Blog Mas sangat bermamfaat bagi saya untuk menambah pengetahuan baru!!

Nunut ngeyup kang Butet. Atiku seneng lihat Kang Butet mau menyebarkan pengalaman seninya ke publik. Orang lain jadi bisa belajar dan berkreasi sebisa mereka. Termasuk saya yang cuma seneng nulis tapi gak punya kemampuan apalagi pengalaman kayak Kang Butet.

Kang Mas Butet, kapan ngeluarin album “sinten remen”nya???Ditunggu dan salam kenal….

ku sauluuuut banget ma pak butet.. dah dari sebelum lahir saja sudah jadi aktor treatrikal..
pak saya juga pengen diskusi dengan bapak bisa lewat email atau blog saya. terutama bicara soal kebangsaan ini…. ok?
ta’ enteni sak kapan wae lo paaak…

Saat saya menonton O Chanel minggu kemarin, saya sangat terkesan dengan COCOT KENCONO dimas Butet dengan gaya khas serta Ceplas Ceplos yg saya sangat suka, Selamat berkarya semoga sukses.

Om Butet tapi wong djogja, salam kenal ya dari saya… :lol:
Saya senang dengan karya-karya, om…
Semangat terus ya, untuk kebudayaan Indonesia…
cheers,
:D

pak butet..saya ingim sekali mengkaji karya2 pak butet baik karya tulisan atau teater pak butet untuk saja buat menjadi bahan skripsi saya.saya akan mengkaji tetntang filsafat keindahan/estetika.mohon bantuan dari pak butet…..terimakasihgeorgius dani aditya wirawan,filsafat ugm 04
adhit_cassanova@yahoo.com

kang butet aku wong trenggalek saget kenalan nggih….. aku kok puiiingggiinnnn kang butet karo iwan fals manggung bareng dadine piyeeeee yooooo mesti apiiiiikkkkkkk tennnnnnnnnaaaaaaaaannnnnn

kalau boleh usul nama butet diganti “Busyet” aja,,,,karena memang busyet edan dan moncer betul utekmu mas butet…hahaha
Salam,

bersyukur ya pak Butet, bisa merasakan umur 57 th,…………………………………………………………….
saia ini baru merasakan umur 29 th , dan saia berharap bisa juga merasakan umur sampai segitu

maaf maksutnya 47 th…..

Weleh,…..weleh,…….kayu glondhongan koq yo diudud to lik,…….

LIk But,…..2009 wani nyaPRES po ra,……..?

Namanya mas itu “Butet” memang nama dari kecil ya? Seperti nama org batak, tapi nama itu biasanya buat perempuan kalau di batak he..he.

cuma mampir. e, jebule pol buanget, dab!

hayo rokok haram lho mas …..ha…ha….kata pak kyai yang takut anaknya minta duit buat beli rokok

KEREEEEEEEEEN BLOGNA ‘MR. Presiden’. Penuh inspirasi.

Berdasarkan comen Mr. tg 20 m3i 2008 yo langsung ku link dengan blog saya.

Saya dulu ya perokok Mr. Tapi sekarang sudah berhenti. Saya tulis lho di blog saya.

Kunjungi blog saya ya MR. Biar orang Kampung di Pare Kediri Jawa Timur ini bisa berkarya lebih bagus.

Terima kasih

wah…seru juga jalan hidupnya…
terus berkarya om butet

aku ngetik neng kene diwoco ra yo?

Woiiiih….
Mantap kali perjalanan hidupnya neh….

terus berkarya untuk bangsa..

salam kenal…

mampir yah di http://defrimardinsyah.wordpress.com

mas, kabaret tuh masih ada ga ya…???
koq ga pernah liat lagi di metro tv…

Leave a response -

Your response: