<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Pengecer Cangkem</title>
	<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com</link>
	<description>gunakan cangkem secara baik dan benar, jangan cipokan sembarangan</description>
	<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 18:00:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>KOLOM CELATHU: PSIKOPAT ANYAR</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/08/03/kolom-celathu-psikopat-anyar/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/08/03/kolom-celathu-psikopat-anyar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 18:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PSIKOPAT ANYAR]]></category>

		<category><![CDATA[gay]]></category>

		<category><![CDATA[kenthir]]></category>

		<category><![CDATA[lesbi]]></category>

		<category><![CDATA[psikopat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/08/03/kolom-celathu-psikopat-anyar/</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 3 Agustus 2008, hal 1, NASIONAL

Psikopat Anyar
Butet Kartaredjasa
Minggu terakhir ini polisi telah sukses menemukan bukti adanya 11 nyawa yang dihabisi Ryan,  jagal manusia asal Jombang. Acungan jempol pantas dianugerahkan kepada mereka.  Namun sebaliknya, kutukan dan sumpah serapah justru layak dipanen lelaki kemayu itu. Tak ada empati bagi orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 3 Agustus 2008, hal 1, NASIONAL</p>
<p><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/08/wajah-gay.jpeg" title="wajah-gay.jpeg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/08/wajah-gay.jpeg" alt="wajah-gay.jpeg" /></a></p>
<p><strong>Psikopat Anyar</strong><br />
<em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p>Minggu terakhir ini polisi telah sukses menemukan bukti adanya 11 nyawa yang dihabisi Ryan,  jagal manusia asal Jombang. Acungan jempol pantas dianugerahkan kepada mereka.  Namun sebaliknya, kutukan dan sumpah serapah justru layak dipanen lelaki kemayu itu. Tak ada empati bagi orang yang berperilaku setara binatang: membunuh dan memutilasi korbannya. Pastilah, orang ogah kasih pujian. Kalau toh ada yang memuji tindakan semacam ini, &#8212; harus dicurigai &#8212; si pemberi pujian pastilah berotak miring alias <em>kenthir</em>.         <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/08/03/kolom-celathu-psikopat-anyar/#more-176" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/08/03/kolom-celathu-psikopat-anyar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOLOM CELATHU: PRESIDEN KULINER</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/27/kolom-celathu-presiden-kuliner/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/27/kolom-celathu-presiden-kuliner/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 08:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PRESIDEN KULINER]]></category>

		<category><![CDATA[bondan winarno]]></category>

		<category><![CDATA[iklan politik]]></category>

		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/27/kolom-celathu-presiden-kuliner/</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 27 Juli 2008, hal 1. NASIONAL 

Presiden Kuliner
Butet Kartaredjasa


Gara-gara iseng bikin liputan kuliner di koran nasional, Mas Celathu menyandang predikat baru: “ahli kuliner”. Padahal, aslinya, dia tidak tergolong jagoan masak-memasak. Bahkan nama-nama bumbu dapur pun ia tak bisa mengingat luar kepala. Juga nama-nama menu kreasi chief internasional yang adanya hanya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 27 Juli 2008, hal 1. NASIONAL </em></p>
<p><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/prabowo.jpg" title="prabowo.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/prabowo.jpg" alt="prabowo.jpg" /></a><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/soetrisno-bachir.jpg" title="soetrisno-bachir.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/soetrisno-bachir.jpg" alt="soetrisno-bachir.jpg" height="189" width="187" /></a><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/wiranto.jpg" title="wiranto.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/wiranto.jpg" alt="wiranto.jpg" height="192" width="161" /></a><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/botol-kecap.jpg" title="botol-kecap.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/botol-kecap.jpg" alt="botol-kecap.jpg" height="194" width="54" /></a><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/botol-kecap.jpg" title="botol-kecap.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/botol-kecap.thumbnail.jpg" alt="botol-kecap.jpg" height="194" width="54" /></a><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/botol-kecap.jpg" title="botol-kecap.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/botol-kecap.jpg" alt="botol-kecap.jpg" height="193" width="59" /></a></p>
<p><strong>Presiden Kuliner</strong><br />
<em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Gara-gara iseng bikin liputan kuliner di koran nasional, Mas Celathu menyandang predikat baru: “ahli kuliner”. Padahal, aslinya, dia tidak tergolong jagoan masak-memasak. Bahkan nama-nama bumbu dapur pun ia tak bisa mengingat luar kepala. Juga nama-nama menu kreasi <em>chief</em> internasional yang adanya hanya di hotel bintang lima. Untuk mengeja saja dia tergagap-gagap. Apalagi memahami perkara resep-resep tata boga, misalnya bagaimana memadukan khasiat sayur mayur tertentu dengan bahan-bahan hewani. Bisa dibilang, Mas Celathu enol besar. <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/27/kolom-celathu-presiden-kuliner/#more-170" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/27/kolom-celathu-presiden-kuliner/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOLOM CELATHU: PANEN MAYAT</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/19/kolom-celathu-panen-mayat/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/19/kolom-celathu-panen-mayat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 17:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PANEN MAYAT]]></category>

		<category><![CDATA[eureka]]></category>

		<category><![CDATA[hukuman mati]]></category>

		<category><![CDATA[sariawan]]></category>

		<category><![CDATA[sumiarsih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/19/kolom-celathu-panen-mayat/</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 20 Juli 2007, NASIONAL, hal 1 
 
Panen Mayat
Butet Kartaredjasa
Bulan ini Indonesia panen mayat. Setidaknya begitulah yang mencuat dalam sejumlah pemberitaan di berbagai media massa. Ada mayat normal, maksudnya meninggal secara wajar sebagaimana jamaknya manusia yang – jika Tuhan menghendaki &#8212; memang harus tidur abadi.  Ada pula mayat abnormal. Matinya tidak konvesional.  Maksudnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 20 Juli 2007, NASIONAL, hal 1 </em></p>
<p> <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/hukuman-mati1.jpg" title="hukuman-mati1.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/hukuman-mati1.jpg" alt="hukuman-mati1.jpg" /></a></p>
<p><strong>Panen Mayat</strong><br />
<em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p>Bulan ini Indonesia panen mayat. Setidaknya begitulah yang mencuat dalam sejumlah pemberitaan di berbagai media massa. Ada mayat normal, maksudnya meninggal secara wajar sebagaimana jamaknya manusia yang – jika Tuhan menghendaki &#8212; memang harus tidur abadi.  Ada pula mayat abnormal. Matinya tidak konvesional.  Maksudnya, berubah status menjadi “mantan manusia” karena kecelakaan atau dicelakai. Misalnya dicelakai perampok yang sangat bengis. Atau dirajang-rajang jadi korban mutilasi oleh partner homoseks. <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/19/kolom-celathu-panen-mayat/#more-168" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/19/kolom-celathu-panen-mayat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOLOM CELATHU: MENTERI PENGGELAPAN</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/12/kolom-celathu-menteri-penggelapan/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/12/kolom-celathu-menteri-penggelapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 05:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[MENTERI PENGGELAPAN]]></category>

		<category><![CDATA[Departemen Penggelapan]]></category>

		<category><![CDATA[Menteri Penerangan]]></category>

		<category><![CDATA[PLN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/12/kolom-celathu-menteri-penggelapan/</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 13 Juli 2008, halaman 1, NASIONAL 

MENTERI PENGGELAPAN
Butet Kartaredjasa
Menyambut hari-hari penggelapan massal dimana PLN akan mematikan listrik secara bergiliran, tibalah saatnya kita memlesetkan judul kitab legendaris karya RA Kartini menjadi: “Habis Terang Terbitlah Gelap”. Bahkan PLN yang aslinya Perusahaan Listrik Negara boleh juga diplesetkan menjadi PLM alias Penjamin Listrik Modar.
“Sampeyan kok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat SUARA MERDEKA, Minggu 13 Juli 2008, halaman 1, NASIONAL </em></p>
<p><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/harmoko1.jpg" alt="harmoko1.jpg" height="122" width="535" /></p>
<h2><font color="#ff0000"><strong>MENTERI PENGGELAPAN</strong></font></h2>
<p><em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p>Menyambut hari-hari penggelapan massal dimana PLN akan mematikan listrik secara bergiliran, tibalah saatnya kita memlesetkan judul kitab legendaris karya RA Kartini menjadi: “Habis Terang Terbitlah Gelap”. Bahkan PLN yang aslinya Perusahaan Listrik Negara boleh juga diplesetkan menjadi PLM alias Penjamin Listrik Modar.</p>
<p>“Sampeyan kok sinis banget <em>ta </em>sama PLN. <em>Ntar</em> rumah kita nggak dikasih listrik, malah kita yang modar,” Mbakyu Celathu mengingatkan suaminya. <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/12/kolom-celathu-menteri-penggelapan/#more-165" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/12/kolom-celathu-menteri-penggelapan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOLOM CELATHU: UNIVERSITAS GRATIS</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/06/kolom-celathu-universitas-gratis/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/06/kolom-celathu-universitas-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 03:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS GRATIS]]></category>

		<category><![CDATA[Jendral]]></category>

		<category><![CDATA[PON XVII]]></category>

		<category><![CDATA[Samarinda]]></category>

		<category><![CDATA[Stadion Palaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/06/kolom-celathu-universitas-gratis/</guid>
		<description><![CDATA[  Dimuat SUARA MERDEKA,Minggu 6 Juli 2008, hal 1, NASIONAL

 Universitas Gratis
Butet Kartaredjasa
Dalam sebuah perang hanya dibutuhkan seorang jendral. Begitu ada sejumlah orang ge-er merasa dirinya jendral, dan masing-masing merasa punya wewenang kasih komando, bisa dipastikan sebuah peperangan akan menghasilkan kekalahan. Bayangkan saja. Jendral yang satu memerintahkan pasukan untuk maju dan menembak. Sementara jendral yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/opening-pon.jpg" title="opening-pon.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/07/opening-pon.jpg" alt="opening-pon.jpg" /><em> Dimuat SUARA MERDEKA,Minggu 6 Juli 2008, hal 1, NASIONAL<br />
</em></a></p>
<h2><em> </em><strong>Universitas Gratis</strong></h2>
<p><em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p>Dalam sebuah perang hanya dibutuhkan seorang jendral. Begitu ada sejumlah orang <em>ge-er</em> merasa dirinya jendral, dan masing-masing merasa punya wewenang kasih komando, bisa dipastikan sebuah peperangan akan menghasilkan kekalahan. Bayangkan saja. Jendral yang satu memerintahkan pasukan untuk maju dan menembak. Sementara jendral yang lain mengomando supaya tiarap dan melarang buang peluru. Dan jendral yang lainnya lagi, yang tak tahu <em>kentang-kimpul</em>nya medan pertempuran karena barusan kembali dari panti pijat, tiba-tiba ikutan berteriak lantang,”Ayoooo… ngacir aja. Mundur ke belakang.” <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/06/kolom-celathu-universitas-gratis/#more-164" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/07/06/kolom-celathu-universitas-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOLOM CELATHU: MENGUTUK PONSEL</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/29/kolom-celathu-mengutuk-ponsel/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/29/kolom-celathu-mengutuk-ponsel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 18:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[MENGUTUK PONSEL]]></category>

		<category><![CDATA[kelon]]></category>

		<category><![CDATA[ponsel]]></category>

		<category><![CDATA[SMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/29/kolom-celathu-mengutuk-ponsel/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
 SUARA MERDEKA, Minggu 29 Juni 2008, hal 1, NASIONAL
&#160;
 
Mengutuk Ponsel
Butet Kartaredjasa
 
Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. 
Dari mana datangnya musibah? Dari ponsel nyemplung ke bui. Mas Celathu tidak bermaksud bikin plesetan. Tapi benar-benar ingin merekam kesaksian sebuah pencapaian kebudayaan, yang akhirnya menelikung nasib manusia. 
“Sampeyan mbok jangan berlebihan. Mosok orang bisa dipenjara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><em> SUARA MERDEKA, Minggu 29 Juni 2008, hal 1, NASIONAL</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p> <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/handphone.jpg" title="handphone.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/handphone.jpg" alt="handphone.jpg" /></a></p>
<h2><strong>Mengutuk Ponsel</strong></h2>
<p><em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p> </p>
<p>Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. </p>
<p>Dari mana datangnya musibah? Dari ponsel <em>nyemplung</em> ke bui. Mas Celathu tidak bermaksud bikin plesetan. Tapi benar-benar ingin merekam kesaksian sebuah pencapaian kebudayaan, yang akhirnya menelikung nasib manusia. </p>
<p>“<em>Sampeyan mbok</em> jangan berlebihan. <em>Mosok </em>orang bisa dipenjara hanya karena ponsel,” sergah Mbakyu Celathu.</p>
<p>“Makanya kalau lihat tivi jangan cuma nonton sinetron gombal dan gosip artis kawin cerai. Lihat berita <em>dong</em>,” jawab Mas Celathu sinis sambil melanjutkan,”Coba, andaikan dunia ini tidak mengenal ponsel, pasti orang-orang itu tidak bakal dipenjara. Minimal tidak bakal dipermalukan kehormatannya sebagai manusia.” <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/29/kolom-celathu-mengutuk-ponsel/#more-162" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/29/kolom-celathu-mengutuk-ponsel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KABARET EDISI NARKOBA !!!</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kabaret-edisi-narkoba/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kabaret-edisi-narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 05:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[KABARET "NARKOBA"]]></category>

		<category><![CDATA[Kabaret]]></category>

		<category><![CDATA[narkoba]]></category>

		<category><![CDATA[Teater Koma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kabaret-edisi-narkoba/</guid>
		<description><![CDATA[GADO-GADO POLITIK &#8220;KABARET&#8221;, TEATER KOMA
Saksikan di METROTV, Jumat, 27 Juni 2008, pukul 22.05.  
Tayangan ulang, Sabtu, 28 Juni 2008, pukul 16.05. 

  
KABARET, gado-dago politik olahan Teater Koma, Jumat pekan ini menampilkan episode NARKOBA. Sisik melik  barang haram yang merusak manusia itu, digunjingkan para &#8220;punakawan&#8221; Teater Koma (Ratna Riantiarno, Butet Kartaredjasa, Emanuel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GADO-GADO POLITIK &#8220;KABARET&#8221;, TEATER KOMA</strong></p>
<p><strong>Saksikan di METROTV, Jumat, 27 Juni 2008, pukul 22.05.  </strong></p>
<p><strong>Tayangan ulang, Sabtu, 28 Juni 2008, pukul 16.05. </strong></p>
<p><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kabaret-narkoba4.JPG" title="kabaret-narkoba4.JPG"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kabaret-narkoba4.JPG" alt="kabaret-narkoba4.JPG" /></a></p>
<p><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kabaret-narkoba2.JPG" title="kabaret-narkoba2.JPG"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kabaret-narkoba2.JPG" alt="kabaret-narkoba2.JPG" height="161" width="234" /></a><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kabaret-narkoba3.JPG" title="kabaret-narkoba3.JPG"> </a><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kabaret-narkoba3.JPG" title="kabaret-narkoba3.JPG"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kabaret-narkoba3.JPG" alt="kabaret-narkoba3.JPG" height="159" width="219" /></a><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kabaret-narkoba3.JPG" title="kabaret-narkoba3.JPG"> </a></p>
<p>KABARET, gado-dago politik olahan Teater Koma, Jumat pekan ini menampilkan episode NARKOBA. Sisik melik  barang haram yang merusak manusia itu, digunjingkan para &#8220;punakawan&#8221; Teater Koma (Ratna Riantiarno, Butet Kartaredjasa, Emanuel Handoyo, Budi Ros, Whani Dharmawan) dan bintang tamu Happy Salma dan Jajang C Noer. Penulis dan sutradara Nano Riantiarno, Penata Musik Idrus Madaani.  Selamat nonton!!! Kami tunggu komentarnya!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kabaret-edisi-narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOLOM CELATHU: KAMPUNG JAKSA</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kolom-celathu-kampung-jaksa/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kolom-celathu-kampung-jaksa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 04:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[KAMPUNG JAKSA]]></category>

		<category><![CDATA[handoko antik]]></category>

		<category><![CDATA[kampung seni]]></category>

		<category><![CDATA[ungaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kolom-celathu-kampung-jaksa/</guid>
		<description><![CDATA[ Suara Merdeka, Minggu 22 Juni 2008, hal 1, NASIONAL

Kampung Seni di desa Lerep, Ungaran, Semarang. Digagas, diwujudkan dan dibiayai secara mandiri oleh Pak Handoko Antik. Sebuah ikhtiar yang pantas ditauladani. 
Kampung Jaksa
Butet Kartaredjasa
Pekan ini, Mas Celathu merasa benar-benar bergembira. Ada dua kegembiraan yang menyergapnya sekaligus. Yang pertama, pelaksanaan Pilgub Jateng yang hari ini sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> Suara Merdeka, Minggu 22 Juni 2008, hal 1, NASIONAL</em></p>
<p><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kampung-seni-handoko.jpg" title="kampung-seni-handoko.jpg"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/kampung-seni-handoko.jpg" alt="kampung-seni-handoko.jpg" /></a></p>
<p><em>Kampung Seni di desa Lerep, Ungaran, Semarang. Digagas, diwujudkan dan dibiayai secara mandiri oleh Pak Handoko Antik. Sebuah ikhtiar yang pantas ditauladani. </em></p>
<h2><strong>Kampung Jaksa</strong></h2>
<p><em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p>Pekan ini, Mas Celathu merasa benar-benar bergembira. Ada dua kegembiraan yang menyergapnya sekaligus. Yang pertama, pelaksanaan Pilgub Jateng yang hari ini sedang coblosan, ternyata bisa berlangsung aman dan damai. Mudah-mudah nanti setelah KPUD mengumumkan hasilnya, kedamaian itu masih menyertai. <em>Amit-amit</em>, jangan sampai nanti pada gontok-gontokan hanya lantaran jagoannya keok menjaring suara. Sebab, menurut Mas Celathu, syarat utama ikutan Pilkada bukannya kesiapan diri menjadi seorang pemimpin. Melainkan, kesiapan diri untuk menerima kekalahan. Itu baru pemimpin sejati. Kstaria yang pantas dibanggakan. <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kolom-celathu-kampung-jaksa/#more-154" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/22/kolom-celathu-kampung-jaksa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>FRONT PEMANGSA SATE (KLATHAK)</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/front-pemangsa-sate-klathak/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/front-pemangsa-sate-klathak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FRONT PEMANGSA SATE]]></category>

		<category><![CDATA[ayu utami]]></category>

		<category><![CDATA[pasar jejeran]]></category>

		<category><![CDATA[sate klathak]]></category>

		<category><![CDATA[tongseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/front-pemangsa-sate-klathak/</guid>
		<description><![CDATA[

 Front Pemangsa Sate (Klathak)
Butet Kartaredjasa
Artikel ini telah dimuat KOMPAS, Minggu 15 Juni 2008, Rubrik SANTAP/URBAN. Mau baca edisi publikasi silakan klik, atau naskah asli. Silakan mau pilih yang mana. Salam
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01454711/front.pemangsa.sate.klathak
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01451828/legitnya.tongseng.kicik
Jika anda penggemar sate kambing, marilah bersekutu dengan panji baru: ‘Front Pemangsa Sate’. Dan segeralah rame-rame menyerbu Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret, Jalan Imogiri, Bantul Yogyakarta. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/susana-sate-klathak.JPG" title="susana-sate-klathak.JPG"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/susana-sate-klathak.JPG" alt="susana-sate-klathak.JPG" /></a></p>
<h2> <u>Front Pemangsa Sate (Klathak)</u></h2>
<p><em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p><em>Artikel ini telah dimuat KOMPAS, Minggu 15 Juni 2008, Rubrik SANTAP/URBAN. Mau baca edisi publikasi silakan klik, atau naskah asli. Silakan mau pilih yang mana. Salam</em></p>
<p>http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01454711/front.pemangsa.sate.klathak</p>
<p>http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01451828/legitnya.tongseng.kicik</p>
<p>Jika anda penggemar sate kambing, marilah bersekutu dengan panji baru: ‘Front Pemangsa Sate’. Dan segeralah <em>rame-rame</em> menyerbu Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret, Jalan Imogiri, Bantul Yogyakarta. Anda akan menemui aliansi kelezatan dan gurihnya bakaran daging <em>wedhus gembel</em> alias domba gimbal yang cuma berbumbu garam, yang populer dengan sebutan Sate Klathak. <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/front-pemangsa-sate-klathak/#more-151" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/front-pemangsa-sate-klathak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOLOM CELATHU: MENDADAK KONDANG</title>
		<link>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/kolom-celathu-mendadak-kondang/</link>
		<comments>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/kolom-celathu-mendadak-kondang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butet</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[MENDADAK KONDANG]]></category>

		<category><![CDATA[Bagong]]></category>

		<category><![CDATA[guyonan]]></category>

		<category><![CDATA[repubik dagelan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/kolom-celathu-mendadak-kondang/</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat Suara Merdeka, Minggu, 15 Juni 2008, hal 1, NASIONAL
 

Mendadak Kondang
Butet Kartaredjasa
   Setelah menyelesaikan coreng moreng wajahnya, Mas Celathu sekarang tampil beda. Tidak lagi berbibir “sensual”  dengan kaca mata belor, tapi berwajah punakawan Bagong. Wajah yang jenaka. Berbedak tebal putih, garis mulutnya lebar ndobleh, matanya mlolo bulat seperti cemplon. Dia lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat Suara Merdeka, Minggu, 15 Juni 2008, hal 1, NASIONAL</em></p>
<p><em> </em><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/butet-rep-bagong.JPG" title="butet-rep-bagong.JPG"><br />
</a></p>
<h2><strong>Mendadak Kondang</strong></h2>
<p><em>Butet Kartaredjasa</em></p>
<p><a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/butet-rep-bagong.JPG" title="butet-rep-bagong.JPG"><img src="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/files/2008/06/butet-rep-bagong.JPG" alt="butet-rep-bagong.JPG" /></a>   Setelah menyelesaikan coreng moreng wajahnya, Mas Celathu sekarang tampil beda. Tidak lagi berbibir “sensual”  dengan kaca mata belor, tapi berwajah punakawan Bagong. Wajah yang jenaka. Berbedak tebal putih, garis mulutnya lebar <em>ndobleh</em>, matanya <em>mlolo</em> bulat seperti cemplon. Dia lalu mematut gaya di depan cermin. Ber<em>kola</em>-kali dia pasang aksi laiknya seorang peragawan atau cover boy.</p>
<p>Ada pose anggun bak gaya ketua partai. Namun tak sedikit gaya jumpalitan yang kocak: memoncongkan mulut, mecucu, mekangkang sambil kasih hormat, menjulurkan lidah ala Rolling Stone, nungging dan melongkokkan wajah dari selangkangan, dan lain-lain. <a href="http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/kolom-celathu-mendadak-kondang/#more-148" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butetkartaredjasa.blogdetik.com/2008/06/15/kolom-celathu-mendadak-kondang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.325 seconds -->
